Telat Ngumpulin Tugas, Malah Dapat Hadiah (?)



Halo Mabar Squad. Kali ini saya ingin membagikan pengalaman tentang diklat Pembatik Level 4. Selamat membaca.. 😊


Masa diklat PembaTIK Level 4 telah usai pada 21 Oktober yang lalu. Hingga akhir masa diklat, para peserta berpacu dengan waktu untuk menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan. Termasuk saya, salah seorang peserta asal Sumatera Barat. Banyak suka duka yang saya alami selama mengikuti pelatihan PembaTIK ini. Namun semua itu berbuah manis, banyak ilmu dan hikmah yang saya dapatkan.

Selama diklat, saya bertemu dengan teman-teman dari seluruh penjuru Sumatera Barat, mentor-mentor keren dari Pusdatin, hingga bersilaturrahmi dengan SRB dan DRB seluruh Indonesia. Sungguh hal luar biasa yang tak pernah saya bayangkan akan terjadi di kehidupan saya. Lewat PembaTIK Level 4 ini, membuka mata saya untuk terus berbagi dan berbagi.

Saya adalah guru yang baru mengabdi selama kurang lebih 8 tahun. Belum banyak yang bisa saya lakukan untuk dunia pendidikan. Apalagi jika ditanya tentang berbagi. Sebelum mengikuti PembaTIK Level 4, saya akan menjawab dengan alasan klise, "Apa yang akan saya bagikan? Pengalaman masih minim,  ilmu pun tak seberapa". Namun ternyata alasan ini malah berbalik pada saya. Selama mengikuti PembaTIK, saya menemukan bahwa untuk berbagi tak perlu menunggu banyak ilmu, tak perlu tunggu banyak pengalaman. Karena setiap orang pasti punya keahlian masing-masing. Ilmu yang menurut kita tak seberapa, menurut orang lain adalah ilmu yang bermakna. Begitu pula saat kita menerima ilmu dari orang lain. Jika ilmu itu adalah hal yang baru bagi kita, maka kita akan menganggap orang yang membagikan ilmu adalah orang yang luar biasa, sedangkan orang tersebut merasa masih banyak orang yang lebih banyak ilmu dibadingkan mereka.

Kembali ke tugas PembaTIK Level 4. Tugas akhir yang diberikan pada Level 4 ini adalah melaksanakan sosialisasi Portal Rumah Belajar serta inovasi pembelajaran yang telah kita lakukan, serta membuat perkembangan kegiatan dalam blog dan vlog. Tugas-tugas ini, tak bisa dipungkiri menyita waktu, tenaga, dan kuota. Di akhir masa diklat, saya mulai merasa keteteran dengan tugas-tugas yang belum dirampungkan. Ditambah lagi, laptop yang biasa saya gunakan untuk mengerjakan tugas tiba-tiba berulah. Maklum, laptop tua... 😔 Kata orang, laptop dan si empunya itu ada ikatan batin. Jika si empu sedang resah dan gelisah, maka laptop pun akan berlaku demikian. Untungnya, adik saya datang sebagai penyelamat. Jadilah saya dan adik saya (yang juga mengikuti PembaTIK Level 4) berbagi laptop untuk mengerjakan tugas akhir. Bukan hal yang mudah, karena tugas membuat vlog dan editingnya memakan waktu yang tak sebentar. Kadang saya merasa miris sekaligus tergelitik, saya dan adik benar-benar menerapkan tujuan utama PembaTIK Level 4, yaitu Berbagi. 😅

Detik-detik akhir pengumpulan tugas hampir tiba. Saat itu pukul 22.30 tanggal 20 Oktober dan saya belum menyelesaikan editing vlog. Untungnya, tugas Kegiatan Belajar di akun SimpaTIK sudah selesai. Saya tak yakin bisa menyelesaikan tepat waktu. Mungkin karena "keyakinan" ini pulalah saya telat mengunggah tugas vlog ke media sosial dan YouTube. Tepat pukul 00.00, hari pun berganti. Link blog sudah saya sematkan pada jawaban tugas akhir. Perasaan berkecamuk, bagaiman ini? Saya belum benar-benar selesai. Pada grup Whatsapp SRB, teman-teman Sahabat Rumah Belajar lain sudah membagikan link vlog mereka. Saya makin galau. Namun saya tak putus asa, editing video tetap saya lanjutkan. Tiba saat akan mengunggah video, saya cek kuota internet agar proses unggah dapat berjalan lancar. Saya merasa kuota yang saya miliki memang sudah menipis sejak beberapa hari lalu. Namun alangkah terkejutnya saya ketika melihat kuota saya bertambah 5 GB, plus kuota belajar 37 GB. Yup, ini kuota gratis dari Kemendikbud. Senang dan malu bercampur aduk. Senang karena  tak perlu menambah kuota, malu karena seakan-akan Kemendikbud adalah guru yang menegur siswanya secara halus. Memberikan kuota tepat di saat saya belum menyelesaikan tugas.



Alhamdulillah, kemarin saya sudah berhasil mengunggah vlog untuk tugas akhir saya. Terima kasih pada Kemendikbud yang sudah memberikan kuota gratis di saat yang tepat.
Bagi Mabar Squad yang ingin melihat hasil vlog saya bisa kunjungi link ini atau langsung tonton video di bawah.


Oh iya, Mabar Squad sudah ada yang menerima Kuota Belajar gratis dari Kemendikbud? Kalau ingin tahu lebih lanjut tentang pemanfaatan kuota gratis ini, bisa lihat laman web http://kuota-belajar.kemdikbud.go.id/.
Bisa juga download buku sakunya di sini » link «.

Jangan lupa Mabar Squad,
Merdeka Belajarnya,
Rumah Belajar Portalnya,
Maju Indonesia

Sampai jumpa di postingan selanjutnya.

Berkenalan dengan PembaTIK


Halo Mabar Squad! Pernah dengar istilah PembaTIK? Jika kita mendengar istilah ini, apa yang akan terlintas di pikiran kita? Mungkin banyak yang akan menjawab, seseorang yang melakukan kegiatan membatik (membuat kain batik). Memang tidak salah, namun PembaTIK yang akan kita bahas kali ini berbeda. Apa bedanya? Yuk simak pembahasannya.


PembaTIK merupakan singkatan dari Pembelajaran Berbasis TIK. Sebuah pelatihan daring yang diadakan setiap tahun oleh Pusdatin Kemendikbud. Tahun ini, kegiatan PembaTIK menjadi istimewa, karena mulai tahun ini tingkatan (level) pelatihannya mengacu pada kerangka kerja peningkatan kompetensi TIK Guru UNESCO. Standar kompetensi TIK ini terdiri dari 4 level, yaitu level literasi, implementasi, kreasi, dan berbagi (4i leveling). Ditambah dengan adanya pandemi yang menyebabkan banyak guru harus bekerja dari rumah, maka tahun ini terdapat peningkatan yang signifikan dari jumlah peserta pelatihan.

Dikutip dari situs informasi PembaTIK, ada beberapa manfaat mengikuti pelatihan ini, yaitu:

  • Meningkatkan kemampuan TIK sesuai dengan perkembangan teknologi terkini
  • Mendapatkan sertifikat pada setiap level dengan skala nasional
  • Berkesempatan untuk menjadi Duta Rumah Belajar
Duta Rumah Belajar? Ya, Duta Rumah Belajar (DRB) merupakan perpanjangan tangan dari Pusdatin Kemendikbud dalam melakukan pengembangan dan pendayagunaan teknologi, informasi, dan komunikasi (TIK) untuk pembelajaran di masing-masing provinsinya terutama Portal Pembelajaran GRATIS dari pemerintah, yaitu Rumah Belajar (https://belajar.kemdikbud.go.id).

Lalu apa saja yang harus kita lakukan di masing-masing level?


Keren kan? Bisa menambah ilmu, plus mendapat titel Duta Rumah Belajar.

Sekarang pasti Mabar Squad ingin tahu, siapa saja yang bisa mengikuti PembaTIK?
Pertama, Guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) dari semua jenjang. Bisa juga Guru Tetap Yayasan (Sekolah Swasta). Masih berstatus Guru Honorer? Jangan sedih, guru honorer bisa juga kok mengikuti pelatihan ini. Syarat terakhir adalah mengajar minimal satu bidang studi di sekolahnya (guru mata pelajaran/guru kelas).


Nah, sekarang sudah tahu kan apa itu PembaTIK?
Pelatihan PembaTIK 2020 sudah dimulai pada April 2020 yang lalu, dan sekarang sedang berlangsung pelatihan Level 4 di masing-masing provinsi.
Yaah, berarti ngga bisa ikut dong. Tenang, seperti yang sudah disampaikan di awal, kegiatan ini dilaksanakan setiap tahun. Jadi, tahun depan jangan sampai ketinggalan ya..!

Sambil menunggu PembaTIK tahun depan, Mabar Squad bisa melakukan registrasi terlebih dahulu di link ini >> SimpaTIK. Karena menunggu itu berat 😅, Mabar Squad bisa juga mengikuti pelatihan lain yang ada di situs SimpaTIK dengan memilih tab Pelatihan.

Sampai di sini dulu ya, cerita perkenalan tentang PembaTIK. Sampai jumpa di postingan selanjutnya, Mabar Squad.

Cari Di Blog Ini

 
Ayo Belajar Mabar! Copyright © 2014-2020 | Tema dirancang oleh compartidisimo | Diberdayakan oleh Blogger